Pasca Gempa, PMI Pasbar Aktifkan Layanan Restoring Family Link (RFL) untuk Korban Gempa

Simpang Ampek – Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat, Sumatera Barat, membuka layanan Restoring Family Link (RFL) yang merupakan rangkaian penanganan tanggap darurat pasca peristiwa gempa bumi yang melanda daerah Pasaman Barat pada Jum’at lalu.

Koordinator Lapangan Tim Tanggap Darurat PMI Pasaman Barat, Rida Warsa, mengatakan Layanan Restoring Family Link (RFL) merupakan layanan untuk membantu mempertemukan kembali korban bencana yang terpisah dengan keluarganya akibat bencana yang melanda.

“Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat Pasaman Barat dalam mencari keberadaan atau informasi seseorang atau keluarganya yang terputus komunikasi dan terpisah setelah bencana melanda suatu daerah, ” ungkapnya.

Menurut Rida, kerusakan yang terjadi akibat gempa mengakibatkan nyaris seluruh barang-barang termasuk alat komunikasi milik warga tidak dapat diselamatkan. Melalui layanan tersebut, ia berharap hubungan komunikasi dan keberadaan anggota keluarga dapat dipulihkan kembali.

Dijelaskan Rida, PMI membuka salah satu layanan RFL yaitu layanan Saya Selamat Saya Mencari. Form Saya Selamat digunakan oleh korban bencana yang selamat dengan tujuan untuk memberitahu sanak keluarganya tentang nasib mereka setelah bencana terjadi. Sedangkan form Saya Mencari disediakan untuk masyarakat yang ingin mengetahui nasib keluarganya yang hilang akibat bencana.

“Nantinya, masyarakat pengguna layanan dapat menghubungi Markas atau Posko layanan PMI terdekat untuk memberikan data diri dan data sanak family yang ingin dicari atau diketahui keberadaan serta memastikan sanak keluarga korban terdampak memperoleh informasi tentang keberadaan mereka.” lanjut Rida

“Hingga saat ini pihak Posko Tanggap Darurat PMI Pasbar sudah mulai menerima beberapa permintaan layanan dari masyarakat, saat ini sedang dilakukan verifikasi sebelum diumumkan dan dicari keberadaannya oleh tim relawan di lapangan, ” tutupnya.

Disarikan dari situs resmi Palang Merah Indonesia (PMI), layanan RFL mulai dibuka pada tahun 1979 untuk para pengungsi perahu dari vietnam di Pulau Galang (Provinsi Kepulauan Riau). Pelaksanaannya berlangsung sampai 1992 dan didukung oleh ICRC.

Setelah itu PMI memberikan pelayanan RFL semasa konflik, gangguan dalam negeri dan bencana seperti Perang Teluk 1991 –1992 bekerjasama dengan perhimpunan BSM Arab Saudi mempertukarkan lebih dari 7000 RCM.

Kemudian pada Konflik Timor Timur, sejak tahun 1975 RFL sudah aktif dalam penyampaian RCM. Hingga saat ini masih ada kerjasama antara PMI dan CVTL (Cruz Velmelha de Timor Leste/Palang Merah Timor leste), berupa pertukaran RCM di perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia (NTT).

Berikutnya Insiden Bom Bali 2002. Kegiatan tim RFL adalah membantu mengisi formulir data ante-mortem dari keluarga para korban untuk identifikasi jenazah (dilakukan kerjasama dengan tim forensik Indonesia dan Polisi Federal Australia)

Selanjutnya, musibah Tsunami yang meluluh lantakan Aceh dan Pulau Nias Desember 2004.Pelayanan RFL berupa saya selamat “I’am Alive” dan Saya mencari “I’m Looking For” berlangsung sampai akhir 2005.

Layanan RFL juga pernah diberlakukan pada peristiwa Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006, Banjir bandang di Wasior, Papua Barat tahun 2010, Meletusnya Gunung Merapi di jogyakarta dan Jawa Tengah 2010 serta ketika peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami di Mentawai.

Adapun yang menjadi tujuan RFL pada sebuah peristiwa bencana adalah untuk memulihkan kembali hubungan keluarga, mencegah perpisahan, memberikan kepastian mengenai nasib seseorang dan menyatukan kelompok rentan dengan keluarga.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8
Kepuasan Pengunjung

Apakah Anda puas dengan informasi yang disajikan website ini?

You will be redirected

Informasi Sejenis

WeCreativez WhatsApp Support
Kami senantiasa siaga demi kemanusiaan. Hubungi kami untuk informasi dan pengaduan.
Hotline PMI Sumatera Barat siap membantu